Contoh spesifik secara singkat

Dengan pengertian dasar pada ketiga istilah yang digunakan dalam persamaan Keys, sekarang biarkan  saya menjelaskan apa yang disampaikan persamaan itu. Pertama, menegaskan bahwa baik lemak jenuh maupun kolesterol dalam diet cenderung menaikkan kadar kolesterol darah. Kedua, menunjukkan maksud bahwa lemak jenuh jauh lebih berpotensi menaikkan kadar kolesterol darah Anda daripada kolesterol makanan itu sendiri. Ketiga, lemak tak jenuh cenderung menurunkan kolesterol dalam darah.

Akan tetapi,lemak jenuh mempunyai kekuatan dua kali lipat menaikkan kolesterol daripada lemak tak jenuh.Diungkapkan dengan cara lain, untuk membatalkan efek meningkatkan kolesterol dari sejumlah lemak jenuh yang diberikan. Anda harus memakan sebanyak dua kali lipat lemak tak jenuh. Fakta ini bisa digunakan untuk memutuskan apakah kandungan lemak yang diberikan makanan akan menaikkan atau menurunkan kadar kolesterol darah Anda. Karena semua yang dijadikan makanan tentunya mempunyai kombinasi lemak di dalamnya (lemak jenuh maupun tak jenuh).

Anda dapat membagikan jumlah lemak tak jenuh dalam makanan dengan lemak jenuhdi dalamnya, dan berakhir dengan apa yang disebut “rasio P dengan S” (disingkat “Rasio P/S).Kalau rasio P/S ini lebih besar dari 2,0 lemak dalam makanan cenderung menurunkan kadarkolesterol darah seseorang. Hati-hati karena rasio ini tidak menyampaikan kepada kita apapuntentang faktor lain dalam makanan (misalnya seperti kolesterol itu sendiri) yang bisa mempengaruhikadar kolesterol seseorang.

Karena rasio P/S yang tinggi dalam diet kitaakan cenderung menurunkan kolesterol darah,kita perlu waspada terhadap rasio dari makanan pada umumnya. Rasio ini diuraikan dalam Gambar 18 untuk berbagai makanan. Perhatikan bahwa banyah dari produk hewani seperti daging sapi, rusa, domba, dan daging babi mempunyai rasio P/S yang sangat rendah. Baca juga info penting mengenai obat tradisional gula yang ampuh hanya ada di sini.

Makanan ini berdasarkan pada kandungan lemaknya, akan cenderung meningkatkan serum kolesterol seseorang secara dramatis. Jadi, daging merah tidak diinginkan bukan hanya karena kandungan kolesterolnya, tetapi bahayanya bersatu padu karena mengandung begitu banyak lemak jenuh, dan begitu sedikit lemak tak jenuh. Hal yang sama berlaku pada susu, mentega, dan keju. Ayam dan kalkun mempunyai lebih sedikit lemak jenuh daripada daging merah, tetapi rasio P/S-nya lebih rendah daripada dua per satu, jadiini juga, akan meningkatkan kadar kolesterol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *