Cara Mengetahui Kesuburan Wanita

Bila Anda berencana akan menikah, maka ada baiknya Anda melakukan Premarital Check Up atau pemeriksaan kesehatan pra nikah. Melakukan pemeriksaan ini bukan dimaksudkan untuk mencurigai pasangan, namun karena pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk kelangsungan pernikahan Anda.

Manfaat dari pemeriksaan ini salah satunya adalah Anda dapat mengetahui tingkat kesuburan pasangan dan Anda agar dapat cepat mendapatkan momongan. Tidak sedikit pasangan menikah yang menghadapi masalah kesuburan yang baru diketahui setelah menikah.

Ketidaksuburan pada wanita penyebabnya bisa dikarenakan oleh disfungsi hormone, tersumbatnya saluran telur, kista, endometriosis, atau pergerakan dan kualitas sperma yang kurang baik. Faktor ketidaksuburan setidaknya 40% disebabkan oleh wanita sedangkan 40% lainnya disebabkan oleh pria, dan 20% sisanya disebabkan karena keduanya.

Untuk mengetahui apakah seorang wanita masih subur atau tidak, Anda dapat memperhatikan petunjuk berikut ini:

  1. Periode menstruasi normal
    Menstruasi yang teratur artinya ovulasi tejadi secara teratur dan itu berarti tanda keseimbangan hormon. Periode menstruasi yang teratur juga dapat memungkinkan seorang wanita untuk mengetahui kapan waktu yang terbaik untuk berhubungan dengan kemungkinan hamil yang tinggi.
    Periode menstruasi
    Siklus menstruasi yang normal adalah selama 24 – 35 hari, dan ovulasi biasanya terjadi pada sekitar pertengahan siklus. Tanda-tanda ovulasi adalah nyeri payudara, nyeri perut ringan, kembung, nyeri perut ringan, serta gairah seks dan suhu tubuh meningkat.

  2. Berat badan normal
    Berat badan yang tidak sehat atau tidak normal akan dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh yang bisa mengganggu keberhasilan ovulasi. Dalam kasus yang ekstrim, ovulasi bahkan dapat terhenti sama sekali.
    berat badan normal
    Pada wanita yang bertubuh kurus, tubuh menghemat energy dengan cara menghentikan proses ovulasi. Bila ini terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang, maka ada kemungkinan dapat menyebabkan kemandulan.
    Berolahraga berlebihan bila dilakukan oleh wanita juga dapat menyebabkan mandul karena lemak tubuhnya berkurang sehingga tubuh kekurangan lemak. Berat badan yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko terserang sindroma ovarium polikistik yang dapat mengakibatkan kemandulan permanen.

  3. Tidak memakai alat kontrasepsi
    Wanita yang pernah menyuntik homon pengendali kelahiran (penunda kehamilan) akan membutuhkan waktu 1 tahun agar kesuburannya dapat pulih kembali karena tubuh harus mulai mengatur ulang periode menstruasi, dan juga mulai berovulasi secara berkala untuk meningkatkan kesuburan.
    Meskipun siklus menstruasi sudah mulai normal lagi, ovulasi akan terjadi secara tidak teratur dan diperlukan waktu beberapa waktu untuk kembali normal. Untungnya, hormon pengendali kehamilan tidak menyebabkan mandul untuk mempercepat kesuburan tidak ada salahnya anda mencoba obat penyubur kandungan yang berada ditoko-toko.

  4. Bebas penyakit menular seksual
    Wanita yang mengalami infeksi penyakit menular seksual akan lebih mungkin mengalami/menjadi mandul. Penyakit seksual seperti klamidia dan gonorea adalah penyebab terjadinya penyakit radang panggul yang dapat menyebar ke organ reproduksi.
    Infeksi dapat menyebabkan jaringan parut muncul di saluran tuba, ovarium dan organ lainnya sehingga menghambat terjadinya ovulasi dan mengurangi kemampuan untuk hamil.

  5. Tidak merokok
    Wanita perokok berat akan dapat mengalami penurunan tingkat kesuburan hingga sekitar 43% dan 3 kali lebih beresiko menjadi mandul dibandingkan wanita non-perokok. Kemungkinan ini akan meningkat lebih tinggi bila pasangannya juga perokok.
    tidak merokok
    Bahan kimia yang terdapat dalam rokok akan merusak sel telur dan bisa mengganggu ovulasi. Tidak saja menjadikannya sulit hamil, tetapi juga meningkatkan kemungkinan keguguran dan bayi lahir mati.

  6. Tidak stress
    Salah satu faktor terbesar yang mengganggu seorang wanita untuk dapat hamil adalah stress. Sayangnya, seringkali faktor resiko yang satu ini seringkali sulit untuk dihindari.

Wanita yang mengalami stress akan memproduksi hormon kortisol dan prolaktin yang secara aktif mengganggu dan bahkan dapat menghentikan ovulasi. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang panjang, system kekebalan tubuh akan berkurang. Pada kondisi ini, kemungkinan untuk hamil akan menyusut karena kehamilan akan dapat membahayakan fungsi dan kemampuan tubuh untuk mengatasi stres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *