Beberapa Penyakit Ayam dan Pengendaliannya

white-leghorn

Beberapa Penyakit Ayam dan Pengendaliannya – Demi suksesnya pemeliharaan atau penangkaran ayam bekisar, selain memperhatikan mutu makanan dan kesehatan, kita juga harus memperhatikan masalah penyakit dan pengendaliannya, terutama penyakit-penyakit yang sering menyerang ayam bekisar. Penyakit yang sering menyerang ayam bekisar adalah sebagai berikut:

A.  KOLERA UNGGAS (Fowl Cholera)
1.    Penyebabnya:
•    Pasteurelh multocida, yakni bakteri yang berbentuk ovoid;
•    Bakteri ini dapat bertahan hidup dalam kotoran ayam selama 1 bulan, dalam bangkai 3 bulan dan dalam litter sampai 2 minggu.

2.    Ayam yang diserang dan cara penularannya:
Penyakit ini terutama menyerang ayam yang masih muda. Penularannya melalui saluran pencernaan, saluran pernafasan, lewat luka atau melalui suntikan. Sedangkan pembawa penyakit (vektor) ini adalah lalat, tikus. tungau dan burung liar. Ayam bekisar yang stres karena transportasi, perubahan cuaca, pemindahan kandang dan kekurangan vitamin mudah sekali terserang penyakit ini.

3.    Gejalanya:
•    Sub akut :
–   Ayam mati tanpa tanda-tanda yang jelas;
–    Pada serangan awal, penyakit ini dapat menyebabkan kematian cukup tinggi.
•    Akut        :
–   Radang pada mata;
–    Adanya kotoran pada mata;
–    Pial membesar;
–    Sulit bernafas;
–    Tinja encer berwarna hijau kekuningan;
–    Ayam lumpuh.
•    Kronis     :
–   Pial membengkak berisi cairan;
–    Kebengkaan pada sendi kaki dan sayap, sehingga lumpuh.

4.   Pencegahannya:
a.    Vaksinasi
•    Dilakukan vaksinasi ayam/unggas di daerah yang tertular.
•    Vaksinasi dilakukan pada ayam bekisar berumur 6-8 minggu dan diulangi pada umur 8-10 minggu.
b.    Sanitasi
•    Kandang yang telah tertular harus dihapushamakan atau diistirahatkan selama ± 3 bulan.
•    Antara ayam yang sakit dan yang sehat dipisahkan, dan yang sakit diobati; sedangkan yang sehat divaksinasi.

5.    Pengobatannya:
a.    Antibiotika
•    Suntikan Streptomycin 150.000 mg, terutama untuk awal penyakit;
•    Suntikan Terramycin 25 mgAg berat badan.
b.    Preparat Sulfa
•    Sulfaquinoxalin 0,05%, diberikan dalam air minum;
•    Sulfamethasin dan Sodium Sulfamethasin 0,5 – 1,0%, diberikan dalam makanan;
•    Sulfamersin 0,5%, diberikan dalam makanan;
Dosis 120 mg/kg berat badan, diberikan lewat mulut.

B.  CACAR AYAM (Fowl Fox)
Penyakit ini termasuk penyakit menular, tetapi penyebarannya lambat. Penyakit ini dapat tumbuh cepat pada bagian yang tidak berbulu atau pada selaput lendir daerah mulut. Angka kematian akibat penyakit cacar sangat rendah (1 – 2%).
1.  Penyebabnya:
•    Virus cacar ayam;
•    Virus yang terdapat dalam keropeng yang terlepas dapat tahan hidup selama 3-4 tahun.

2.   Ayam yang diserang dan cara penularannya:
•   Ayam bekisar semua umur, terutama menjelang dewasa. Penu-laran cacar ayam ini melalui luka kulit, makanan yang terkontaminasi keropeng atau melalui patuk mematuk secara langsung.
•    Pembawa (uektor) dari penyakit ini adalah nyamuk.

3.    Gejalanya:
•    Pada kepala dan kaki atau bagian tubuh lain yang tidak di-tumbuhi bulu terdapat bintil-bintil kecil (papula), kemudian akan membesar dan membentuk keropeng. Bila keropeng ini dilepas, maka akan terjadi perdarahan;
•    Cacar sering menyerang bagian di sekitar mata.
•    Pada cacar basah akan terlihat bercak-bercak berwarna kuning pada selaput lendir mulut. Cacar yang menyerang saluran nafas akan mengakibatkan ayam sulit untuk bernafas.

4.    Pencegahannya:
•    Daerah yang tertular penyakit cacar segera dilakukan isolasi;
•    Ayam yang sakit diisolasi dan yang sehat dilakukan vaksinasi;
•    Pemberantasan nyamuk (uektor) dengan pestisida.

5.    Pengobatannya:
•    Penyakit ini tidak dapat diobati;
•    Untuk mencegah infeksi sekunder dan untuk memperbaiki kondisi tubuh ayam, maka ayam tersebut perlu diberi vitamin dan antibiotika.

C.  BERAK DARAH (Cocsidiosis)
Berak darah merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian ayam sangat tinggi. antara 80 – 90%.
1.    Penyebabnya:
•    Penyakit ini disebabkan oleh Cocsidia yang termasuk Genus Eimeria. Parasit ini pertumbuhannya tergantung pada PH, kelembaban dan temperatur.

2.    Ayam yang diserang dan cava penularannya:
•    Ayam bekisar yang masih muda mudah terserang penyakit ini, terutama anak ayam yang berumur 4-5 minggu;
•    Sedangkan ayam dewasa jarang tertular karena teiah memiliki kekebalan tubuh;
•    Penularan penyakit Cocsidiosis dapat melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh Cocsidia, atau melalui vektor insekta pengisap darah.

3.    Gejahnya:
•    Tinja berwama hijau (bercampur darah);
•    Nafsu makan menurun;
•    Muntah darah;
•    Paralisa syaraf (sayap terkulai dan kaki lumpuh);
•    Sulit bernafas dan akhimya mati.

4.    Pencegahannya:
•    Kandang harus selalu dibersihkan;
•    Makanan dan minuman jangan sampai tercemar oleh kotoran ayam;
•    Membasmi vektor dengan pestisida (sulit) atau menghindari gigitan serangga dengan jalan menutup sangkarAandang ayam bekisar dengan kain atau kelambu.

5.    Pengobatannya:
•    Penyakit ini sulit diobati; pengobatan hanya untuk penghambat pertumbuhan Cocsidia saja, yakni dengan Cocsidiostat.

D.   KORIZA (Infectious Coryza/Snot)
Koriza merupakan penyakit menular yang terdapat hampir di seluruh dunia. Masa inkubasi dari penyakit ini cukup lama (kronis), yakni 3-4 bulan. Angka kematiannya rendah, namun yang dapat menyerang ayam cukup banyak.
1.    Penyebabnya:
•    Penyebabnya adalah bakteri Hemophilus gallinarum. Bakteri ini tidak tahan hidup di luar tubuh ayam.
•    Bakteri ini sangat peka terhadap pengaruh luar, sehingga bakteri ini akan mati setelah 4-5 jam.

2.    Ayam yang diserang dan cara penularannya:
•    Ayam bekisar yang peka terhadap penyakit ini adalah yang berumur lebih dari 4-5 bulan;
•    Sedangkan ayam bekisar yang masih muda lebih tahftn pada yang dewasa;
•    Penyakit Koriza menular melalui:
–    Kontak langsung dengan penderita;
–    Makanan dan minuman yang tercemar oleh bakteri ini;
–    Ayam yang sudah sembuh merupakan vektor.

3.    Gejahnya:
•    Dari hidung keluar cairan encer berwarna kuning, kemudian mengental dan bernanah yang baunya busuk;
•    Di sekitar hidung terdapat kerak berwarna kuning;
•    Di sekitar mata dan hidung membengkak sehingga mata menjadi tertutup;
•    Ayam sulit bernafas dan ngorok;
•    Ayam mengalami diare dan pertumbuhannya terlambat.

4.    Pencegahannya:
•    Pemeliharaan dan kebersihan (sanitasi) harus selalu terjamin;
•    Ayam yang terserang penyakit Koriza disendirikan dan dilakukan pengobatan; sedangkan ayam yang sehat dilakukan suntikan vaksinasi;
•    Vaksinasi yang baik dilakukan pada umur 8-10 minggu dan diulangi pada umur 16 – 18 minggu;
•    Ayam yang mati karena penyakit ini harus dibakar di tempat yang jauh dari kandang.

5.    Pengobatannya:
Obat-obatan yang dapat diberikan adalah;
•    Sulfathiazole;
•    Sulfamethazine;
•    Sulfamerazine;
•    Erytrhomycin.

E.  INFECTIOUS LARYNGO TRACHEITIS (ILT)
Penyakit Infectious Laryngotracheitis ini sangat cepat penularannya dan angka kematian dapat mencapai 10-70%. Ayam yang terserang penyakit ini dapat mati atau sembuh setelah 5-6 hari. Penularan penyakit ini dalam suatu kelompok ayam bekisar sampai 2 minggu.
1.    Penyebabnya:
•    Penyakit ini disebabkan oleh Herpes virus;
•    Virus ini dapat tahan hidup pada suhu di bawah 0°,C, tetapi dapat mati dengan desinfektan atau sinar matahari secara langsung;
•    Virus ini dapat hidup lama di dalam bangkai ayam dan merupakan sumber penularan bagi ayam yang lain.

2.    Ayam yang diserang dan cara penularannya:
•    Ayam yang berumur lebih dari 14 minggu lebih peka terhadap penyakit ini daripada ayam yang lebih muda;
•    Penularannya melalui kontak secara langsung atau tidak langsung dengan ayam yang sakit;
•    Ayam yang sudah sembuh dari penyakit ILT dapat menjadi sumber penularan penyakit ini selama 24 bulan.

3.    Gejalanya:
•    Mata ayam selalu basah atau mengeluarkan air mata;
•    Batuk-batuk dan bersin;
•    Kepala dikibas-kibaskan;
•    Leher dijulurkan ke depan dan mulutnya terbuka;
•    Kadang-kadang dari mulutnya keluar lendir berdarah;
•    Ayam mati dalam keadaan tubuh yang baik.

4.    Pencegahannya:
•    Ayam yang menderita ILT disendirikan atau dimusnahkan;
•    Ayam yang sehat dilakukan vaksinasi ILT;
•    Sanitasi dan pemeliharaan hams dilakukan dengan sebaik-baiknya.

5.    Pengobatannya:
•    Penyakit ini tidak dapat diobati;
•    Pemberian vitamin dan antibiotik hanya bertujuan mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Kunjungi Halaman Penetasan Telur Ayam Bekisar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *