Beberapa Penyakit Ayam dan Pengendaliannya Part 2

tanda_ayam_sakitA.  BERAK KAPUR (Pullorum)
Penyakit pullorum merupakan suatu penyakit menular pada ayam yang juga dikenal dengan nama “Berak Putih” (Bacil White Diarrhea). Angka kematian dapat mencapai 85%, terutama bagi anak ayam yang baru menetas. Pada ayam dewasa, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi dapat menularkan penyakit ini pada ayam yang lain.
1.    Penyebabnya:
• Bakteri Salmonella pullorum
• Bakteri ini tumbuh optimum pada temperatur 37° C
• Ayam yang diserang dan cara penularannya
• Ayam bekisar segala umur dapat terserang, tetapi yang paling peka terhadap penyakit ini adaiah anak ayam yang berumur ±2-3 minggu
• Penularannya dapat melalui:
–    Keturunan dari induknya/telur;
–    Makanan dan minuman yang tercemar;
–    Debu yang mengandung bakteri ini dan terhisap oleh ayam.

2. Gejalanya:
•    Ayam kelihatan ngantuk dan nafsu makan menurun;
•    Beraknya berwarna putih atau coklat kehijauan;
•    Terdapat gumpalan seperti pasta di sekitar kloaka;
•    Sayap menggantung;
•    Sesak nafas;
•    Kaki ayam lumpuh atau lemah.

3. Pencegahannya:
•    Sanitasi dan tata laksana pemeliharaan yang baik;
•    Apabila ada ayam yang mati karena pullorum harus dibakar atau dikubur;
•    Ayam yang terserang penyakit ini disendirikan.

5.    Pengobatannya:
•    Belum ada pengobatan yang dapat mengatasi penyakit ini se-cara memuaskan;
•    Pengobatan dengan preparat antibakterial hanya dapat menekan angka kematian (tidak dapat menghilangkan infeksinya).

B. CHRONIC RESPIRATORY DISEASE (CRD)
Penyakit CRD merupakan suatu penyakit menular yang menahun. Penyakit ini akan lebih parah apabila disertai dengan infeksi sekunder, tetapi angka kematiannya rendah.

1.    Penyebabnya:
•    Bakteri Mycoplasma gallisepticum; bakteri ini dapat hidup se-lama 1-3 hari dalam tinja ayam pada suhu 20° C.
•    M. gallisepticum tahan terhadap penicilin dan peka terhadap sinar matahari.

2.    Ayam yang diserang dan cara penularannya:
•    Ayam bekisar ataupun ayam hutan sangat peka terhadap penyakit ini;
•    Ayam yang berumur muda lebih peka terhadap penyakit CRD daripada yang dewasa;
•    Sumber penularan adalah ayam penderita; alat-alat, makanan dan minuman yang tercemar penyakit ini;
•    Ayam yang stres juga sangat mudah terserang oleh penyakit ini.

3.    Gejalanya:
•    Keluarnya ingus kental dari hidung;
•    Batuk-batuk dan terdengar suara ngorok waktu bemafas, dan muka ayam membengkak.

4.    Pencegahannya:
•    Sanitasi dan tata laksana pemeliharaan yang baik.
•    Vaksinasi dengan vaksin CRD.

5.    Pengobatannya:
Ayam bekisar yang terserang penyakit ini dapat diberi obat:
•    Streptomycin;
•    Oxytetracyclin;
•    Atau antibiotik lain yang berspektrum luas.

C.   TETELO (Newcastle Disease/ND)
Penyakit tetelo merupakan suatu penyakit menular yang telah me-nyebar di seluruh Indonesia. Angka kematian akibat penyakit ini cukup tinggi.

1.    Penyebabnya:
•    Virus tetelo; virus ini dapat mati pada temperatur 50° C, 1 minggu pada suhu 22 – 28° C dan berbulan-bulan pada karkas beku;
•    Virus ND tidak tahan terhadap sinar ultra-violet, sinar matahari dan bahan fumigasi.

2.    Ayam yang diserang dan cara penularannya:
•    Ayam bekisar cukup peka terhadap penyakit tetelo, demikian pula ayam hutan;
•    Ayam bekisar muda lebih peka terhadap penyakit ini daripada ayam bekisar dewasa;
•    Ayam yang terserang tetelo tetapi dapat sembuh kembali dapat menjadi kebal terhadap penyakit tetelo selama 6-12 bulan, demikian pula bila dilakukan vaksinasi;
•    Penularan penyakit ini dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit, makanan, minuman dan udara yang tercemar oleh penyakit ini.

3.    Gejalanya:
•    Ayam tidak mau makan;
•    Ayam mengalami diare bercampur darah;
•    Ayam mengalami sesak nafas dan ngorok;
•    Ayam batuk-batuk dan bersin-bersin;
•    Warna tulang dan pialnya membiru;
•    Sayapnya terkulai;

Ayam yang terserang penyakit Tetelo (ND)
•    Lehernya terputar (tortiocoHs);
•    Kakinya lumpuh.

4.    Pencegahannya:
•    Sanitasi dan tatalaksana pemeliharaan hams baik;
•    Ayam yang sakit disendirikan dan yang sehat divaksinasi dengan vaksin ND;
•    Vaksinasi ND dilakukan sejak ayam berumur 1-7 hari, diulangi lagi pada umur 1 bulan, 2-3 bulan, 4-5 bulan dan seterusnya setiap 6 bulan sekali;
•    Jenis vaksin yang diberikan sesuai dengan masing-masing umur ayam tersebut.
5.    Pengobatannya:
•    Penyakit tetelo tidak dapat diobati, hanya dapat dilakukan pencegahan dengan pemberian vitamin supaya kondisi tubuh ayam
tahan terhadap serangan penyakit ini.

D.  NEMATODOSIS
Nematodosis adalah jenis penyakit ayam yang disebabkan oleh cacing Nematoda. Penyakit ini menyerang ayam bekisar pada bagian trachea. Walaupun angka kematian akibat penyakit ini tidak tinggi, akibat yang ditimbulkannya cukup fatal, sebab dapat mempengaruhi suara kokok ayam bekisar.

1.    Penyebabnya:
•    Penyebabnya adalah Singamus trachea, yang hidup atau menyerang bagian trachea ayam. Cacing ini berwama merah segar.

2.    Ayam yang diserang dan cara penularannya:
•    Ayam yang mudah terserang adalah ayam yang pemeliharaannya kurang baik, terutama masalah kebersihan kandang dan tempat makanan;
•    Ayam muda lebih peka terhadap penyakit ini daripada ayam dewasa;
•    Penularannya terutama melalui makanan atau minuman yang mengandung telur-telur cacing ini.

3.    Gejahnya:
•    Ayam menjadi semakin kurus;
•    Bernafasnya sulit;
•    Suara kokoknya serak;
•    Matanya berair dan anemis.

4.    Pencegahannya:
•    Sanitasi kandang dan hygiene makanan dan minuman harus selalu terjaga dengan baik;
•    Ayam yang sakit harus disendirikan dan dilakukan pengobatan.

5.    Pengobatannya:
•    Pemberian obat cacing pencernaan dan pernafasan secara teratur;
•    Pemberian vitamin-vitamin untuk membantu dalam penyembuhan.
E.  PENYAKIT BUBUL
Penyakit bubul adalah penyakit yang menyerang telapak kaki ayam karena adanya luka di telapak kaki ayam tersebut.
1.    Penyebabnya:
•    Luka pada telapak kaki ayam yang terkena infeksi oleh bakteri;
•    Alas kandang yang kasar, sehingga menyebabkan terjadinya luka-luka di telapak kaki.

2. Gejalanya:
•    Telapak kaki membengkak dan panas;
•    Ayam pincang dan sulit berdiri;
•    Luka tersebut akan membengkak dan bernanah, dan membusuk.

3.    Pencegahannya:
•    Alas kandang hams halus supaya tidak menimbulkan luka pada kaki ayam;
•    Sanitasi dan kebersihan kandang hams dilakukan secara rutin;
•    Ayam sering dimandikan, terutama kotoran-kotoran yang melekat pada bagian telapak kaki hams dibersihkan.

4.    Pengobatannya:
•    Operasi dan pengobatan dengan antibiotika.
F.  KAKI BERSISIK (Scaly Leg)
Penyakit ini sering ditemukan pada ayam bekisar yang telah cukup umur (tua).
1.    Penyebabnya:
•    Penyebabnya adalah Tungau kaki; tungau ini banyak terdapat
pada kotoran ayam di dalam kandang.

2.    Gejalanya:
•    Kaki ayam bersisik dan berkerak;
•    Kaki ayam membesar;
•    Bila terjadi luka akan menimbulkan infeksi sekunder.

3.    Pencegahonnya:
•    Kebersihan kandang harus selalu terjaga;
•    Ayam sering dimandikan.

4.    Pengobatannya:
•    Kaki dibersihkan dengan air hangat, kemudian diolesi salep
(campuran minyak tanah dengan belerang = 1:2).

 

kunjungi juga Beberapa Penyakit Ayam dan Pengendaliannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *