Banyaknya agen yang mengotori paru-paru kita

Kita mungkin tak akan pernah mampu mengukur pengaruh radiasi yang ada di udara terhadap kanker paru-paru serta berbagai jenis kanker lainnya. Akan tetapi ada dua hal yang jelas. Pertama, polusi radioaktif dari atmosfir sebelah atas – mulai dari percobaan bom atau “senjata untuk perdamaian” atau peperangan – mengancam umat manusia di seluruh dunia. Kedua, plutonium yang dilepaskan ke dalam lingkungan lewat peledakan bom atau lewat kebocoran pembangkit tenaga nuklir akan merepotkan generasi sekarang dan akan datang.

kesehatan paru-paru

Seperti diutarakan oleh Dr. John T. Edsall dari Universitas Harvard, “Iebih dari satu Jaman Es bisa berlangsung dan berlalu” sebelum plutonium yang dihasilkan obat tradisional untuk diabetes dewasa ini bisa dijinakkan. Di tahun 1970-an, sejumlah hubungan baru yang potensial dan ganjil antara polusi udara dengan kanker telah ditemukan. Lapisan stratosfir dari molekul ozon, yang menyaring gelombang-gelombang ultraviolet penyebab kanker dari sinar matahari, nampaknya terancam oleh berbagai rnacam produksi manusia. Keprihatinan pertama kali timbul selama perlangsungnya perdebatan mengenai perlunya umat manusia memproduksi pesawat qupersonik komersial.

Banyak ahli yang dahulu cemas, dan akan tetap cemas, bahwa oksida nitrit dalam buangan pesawat-pesawat supersonik raksasa yang terbang tinggi yang bisa mengikis lapisan ozon, oleh karena campuran kimiawi ini bereaksi dengan ozon dan mengubahnya menjadi oksigen biasa. Berikutnya, dinyatakan bahwa campuran-campuran tertentu yang disebut fluorokarbon – antara lain banyak digunakan sebagai alat pendorong kaleng aerosol – bahkan bisa merupakan suatu ancaman yang lebih besar. Fluorokarbon kelihatannya memecah begitu ia mencapai atmosfir yang lebih tinggi, dan berdisintegrasi menjadi klorin dan campuran klorin yang menghancurkan ozon bahkan secara lebih ampuh daripada kerja oksida nitrit.

Paling akhir, sejumlah kemungkinan pengaruh jangka panjang atas lapisan ozon dari polusi oksida nitrit akibat pembakaran bahan bakar serta pupuk nitrogen telah dipertanyakan. Dekat permukaan bumi, kelebihan ozon dari kabut fotokemis bisa membahayakan kesehatan, sementara jauh di atas bumi, kekurangn ozon bisa membahayakan kesehatan bagi kehidupan di bawahnya. Bukti-bukti yang tersedia menunjukkan bahwa penurunan 7 persen dalam lapisan ozon di stratosfir – suatu penurunan yang menurut Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS akan terjadi pada abad mendatang jika arah gejala yang ada sekarang terus berlanjut – boleh jadi berarti peningkatan 14 persen dalam jumlah penderita kanker kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *