Bahan makanan penghasil utama enersi ialah bahan makanan pokok

Di sini zat gizi utama yang menghasilkan enersi itu adalah karbohidrat khususnya zat tepung (amylum). Pada serealia sebagai bahan makanan pokok, jumlah protein yang dikonsumsinya mencapai kwantum yang cukup signifikan, karena bahan makanan pokok biasanya dikonsumsi dalam jumlah cukup besar. Kita ketahui bahwa protein juga menghasilkan enersi sama dengan karbohidrat setiap gramnya. Maka pada bahan makanan pokok serelia, enersi yang dihasilkan berasal dari karbohidrat maupun protein.

Enersi dalam jumlah besar terutama diperlukan untuk kerjs otot skelet yang melakukan kerja luar. Kita lihat bahwa para pekerja kasar memeriukan bahan makanan pokok ini dalam jumlah besar untuk sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan berat. Bahan makanan penghasil zalgizi pembangun adalah sumber protein. Protein struktural diperlukan dalam membangun struktur sel, sedangkan protein metabolik diperlukan terutama dalam proses metabolik.

Anak-anak yang sedang tumbuh dan ibu hamil serta ibu menyusui memerlukan protein ini dalam iumlah relatif besar. Karena itu kebutuhan kelompok rentan giziakan bahan makanan penghasil zat gizi pembangun juga meningkat; bahan makanan jenis ini ialah daging dan organ dalam, ikin, telur dan susu, yang semuanya merupakan bahan makanan hewani.

 

Bahan makanan penghasil zat gizi pembangun dapat pula bersifat nabati, ialah kacang-kacangan pada umumnya. Meskipun protein khewani pada umumnya mempunyai nilai gizi lebih tinggi dibandingkan dengan protein nabati, tetapi campuran beberapa jenis sumber protein nabati dapat menghasilkan campuran protein yang mempunyai nilai gizi yang cukup memadai, tidak iauh dari nilai protein khewani. B;han mikanan penghasil zat gisi pengatur ialah sayur dan buah terutama buah cuci mulut. Zat gizi pengatur ini menjalankan dan mengatur proses-proses metabolisma tubuh. Bila zat-zat pengatur ini kekurangan, akan timbul berbagai penyakit defisiensi gizi.

KESEHATAN GIZI

Tingkat-tingkat Konsumsi

Keadaan kesehatan gizi tergantung dari tingkat konsumsi. Tingkat konsumsi ditentukan oleh kualitas serta kuantitas hidangan. Kualitas hidangan menunjukkan adanya semua zalgizi yang diperlukan tubuh di dalam susunan hidangan dan perbandingannya yang satu terhadap yang lain. Kuantitas menunjukkan kwantum masing-masing zat gizi terhadap kebutuhan tubuh. Kalau susunan hidangan memenuhi kebutuhan tubuh, baikdariSudut kualitas maupun kuantitainya, maka tubuh akan mendapat kondisi kesehatan gizi yang sebaik-baiknya. Baca info obat diabet herbal selengkapnya hanya di link ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *