Ada yang mengatakan bahwa pada D.M. bisa terdapat suatu “Neuropathy Diabetica”

Yang dimaksud adalah neuritis (yang menyebabkan gangguan-gangguan motorik dan sensorik), kerusakan- kerusakan pada urat syaraf di spina medullae dan gangguangangguan autonom yang mengenai vesica urinaria dan alat-alat vasnmotorik. Apakah kelainan-kelainan ini disebabkan hanya oleh D.M. belum lagi dapat dipastikan.

Tuberkulosis

Tuberkulosis pulmonum agak sering terdapat pada penderita-penderita D.M. Kedua penyakit ini cukup sering ditemukan bersama, sehingga kita harus mengadakan pemeriksaan fluoroskopi rutin pada tiap-tiap penderita D.M.

KLASIFIKASI

Penderita-penderita D.M. biasanya dibagi menurut beratnya penyakit dalam Diabetes yang ringan, sedang dan berat. Akan tetapi dasar-dasar yang dipakai untuk pembagian ini sebetulnya belum cukup eksak. Tentu kita semuanya setuju bahwa seseorang yang penyakitnya membutuhkan kontrol hanya dengan diit dapat dianggap sebagai menderita D.M. yang ringan. Juga jika seseorang menderita glukosuri yang hebat, berat badannya berkurang dan ada tendens untuk timbulnya asidosis, maka kita setuju pula ji,ka penyakitnya disebut sebagai D.M. yang berat.

Klasifikasi-klasifikasi dibuat menurut :

  1. Keadaan momentan
  2. Tingkat Diabetes
  3. Etiologi
  4. W.H.O.
  5. Keadaan Momentan

Danowski, dalam buku American Diabetes Association (“Diabetes Mellitus”, Diagnosis and Treatment, tahun 1964), membagi Diabetes Mellitus menurut keadaan momentan dalam 7 stage (fase), yaitu:

Stage I: Prediabetes atau prodiabetes, fase sebelumnya tet dapat gangguan dari metabolisme hidrat arang.

Stage II: Stress Diabetes. Gejala ter’dapat hanya dalam keadaan “stress” dan hilang sama sekali setelah “stress” tidak ada lagi.

Stage III: Bentuk diabetes yang paling sering terdapat dan belum tagi didiagnotisir. Dikarakterisir oleh sakar darah puasa yang normal dengan sakar darah postprandial yang tinggi atau Glucose Tolerance Test yang abnormal. Keadaan ini sering terdapat pada orang dewasa, jarang sekali pada anak-anak. Tidak ada ketosis.

Stage IV : Bentuk Diab. Metlitus yang biasanya terdapat baik pada orang dewasa, maupun pada anak-anak. Sakar daratr puasa meninggi. Glukosa post-prandial dan G.T.T. abnorrnal, akan tetapi tidak terdapat ketosis.

Stage V : Ketonuri ada. Sakar darah puasa dan glukosa pos! prandial abnormal. Akan tetapi di dalam plasma tidak terdapat akumulasi yang nyata dali zat-zat keton.

Stage VI  : Ketonuri lebih jelas lagi dan disertai oleh akumulasi yang jelas dari zat-zat keton datam plasma dan berkurangnya bikarbonas-serum sampai 20-10 mAe q/L (±40-22 vol.% CO2). pH-serum berkurang sedikit (7,3-7,7). Ada ketoasidosis dan ktinis terdapat tachypnoea

Stage VII: Asidosis diabetik dan koma, dengan bertambah hebatnya akumulasi zat-zat keton dalam plasma, turunnya. bikarbonas-serum lebih rendah dari 10 mAeq/L. (t22 vol.7o COz) dan berkurangnya pHserum sampai 6,8-6,9. Pemafasan Kussmaul hampir selalu ada.

Anak dengan D.M. biasanya dalam stage V, VI atau VII waktu dibuat diagnosanya. Kita harus berusaha supaya seorang penderita berada dalam stagelllatau IV. Kalau kita lihat klasifikasi ini, maka pembagiannya adalah menurut keadaan momentan. seorang dalam stage III bisa berobah keadaannya menjadi stage VII dan sebaliknya dalam waktu yang singkat. Baca info detil mengenai penanggulangan penyakit diabetes melitus yang sangat efektif dan aman hanya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *