Contoh spesifik secara singkat

Dengan pengertian dasar pada ketiga istilah yang digunakan dalam persamaan Keys, sekarang biarkan  saya menjelaskan apa yang disampaikan persamaan itu. Pertama, menegaskan bahwa baik lemak jenuh maupun kolesterol dalam diet cenderung menaikkan kadar kolesterol darah. Kedua, menunjukkan maksud bahwa lemak jenuh jauh lebih berpotensi menaikkan kadar kolesterol darah Anda daripada kolesterol makanan itu sendiri. Ketiga, lemak tak jenuh cenderung menurunkan kolesterol dalam darah.

Akan tetapi,lemak jenuh mempunyai kekuatan dua kali lipat menaikkan kolesterol daripada lemak tak jenuh.Diungkapkan dengan cara lain, untuk membatalkan efek meningkatkan kolesterol dari sejumlah lemak jenuh yang diberikan. Anda harus memakan sebanyak dua kali lipat lemak tak jenuh. Fakta ini bisa digunakan untuk memutuskan apakah kandungan lemak yang diberikan makanan akan menaikkan atau menurunkan kadar kolesterol darah Anda. Karena semua yang dijadikan makanan tentunya mempunyai kombinasi lemak di dalamnya (lemak jenuh maupun tak jenuh).

Anda dapat membagikan jumlah lemak tak jenuh dalam makanan dengan lemak jenuhdi dalamnya, dan berakhir dengan apa yang disebut “rasio P dengan S” (disingkat “Rasio P/S).Kalau rasio P/S ini lebih besar dari 2,0 lemak dalam makanan cenderung menurunkan kadarkolesterol darah seseorang. Hati-hati karena rasio ini tidak menyampaikan kepada kita apapuntentang faktor lain dalam makanan (misalnya seperti kolesterol itu sendiri) yang bisa mempengaruhikadar kolesterol seseorang.

Karena rasio P/S yang tinggi dalam diet kitaakan cenderung menurunkan kolesterol darah,kita perlu waspada terhadap rasio dari makanan pada umumnya. Rasio ini diuraikan dalam Gambar 18 untuk berbagai makanan. Perhatikan bahwa banyah dari produk hewani seperti daging sapi, rusa, domba, dan daging babi mempunyai rasio P/S yang sangat rendah. Baca juga info penting mengenai obat tradisional gula yang ampuh hanya ada di sini.

Makanan ini berdasarkan pada kandungan lemaknya, akan cenderung meningkatkan serum kolesterol seseorang secara dramatis. Jadi, daging merah tidak diinginkan bukan hanya karena kandungan kolesterolnya, tetapi bahayanya bersatu padu karena mengandung begitu banyak lemak jenuh, dan begitu sedikit lemak tak jenuh. Hal yang sama berlaku pada susu, mentega, dan keju. Ayam dan kalkun mempunyai lebih sedikit lemak jenuh daripada daging merah, tetapi rasio P/S-nya lebih rendah daripada dua per satu, jadiini juga, akan meningkatkan kadar kolesterol.

Peran Serta Lemak Hewani pada Kadar Kolesterol

Tentu saja kita bisa menurunkan lebih jauh hanya dengan meniadakan lebih banyak produk hewani. Jikalau kita benar-benar ingin menghilangkan semua kolesterol dalam diet kita, pada dasarnya semuaproduk hewani harus disingkirkan. Sejauh ini kita telah melihat bahwa kolesterol darah yang meningkat sangat erat kaitannya dengan penyakit jantung yang mematikan. Kita juga telah melihat bahwa kolesterol dalam diet akan menaikkan kadar kolesterol darah. Walaupun demikian, terdapat sejumlah faktor lain, yang membantu kenaikan kadar holesterol. Beberapadari faktor ini dijelaskan oleh salah satu pionir kolesterol ternama, Dr. Ancel Keys. Ditahun 1960-an, Dr. Keys menunjukkan kemampuannya meramal dengan keakuratan yang mengagumkan kadar kolesterol darah rata-rata darikelompok populasi.

Yang dia gunakan hanyalah pengetahuan akan kebiasaan makan mereka untuk membuat ramalannya yang mengejutkan. Sayangnya, ada berbagai keragaman genetik dari seorang kepada yang lain untuk melakukannya secara individu. Namun, ketika melihat sekelompok besar orang, kecenderungan rata-rata genetic kemungkinan sama dari satu populasi pada populasi berikutnya.

Jadi, Keys bisa membuat ramalan kolesterolnya berdasar kebiasaan pilihan makan saja-tanpa ada kaitannya dengan genetik.Ia menemukan rumusan matematik yang cocok dengan data itu. Persamaan ini seringkali disebut sebagai “Persamaan Keys” dan diilustrasikan dalam Gambar 17. Mereka yang berlatar belakang matematika akan menemukan titik terang dalam persamaan. Baca juga informasi paling akurat mengenai obat herbal untuk penyakit gula kering paling ampuh hanya di sini

Tanpa melalui kaikulasi, Dr. Keys membuktikan dengan persamaan ini bahwa, terlepas dari genetik, kadar kolesterol darah kita ditentukan olehdiet kita, dan pada pokoknya hanya tiga variable dalam diet: lemak jenuh (S), lemak tak jenuh (P),dan kolesterol (C). Banyak orang tidak memahami perbedaan antara kedua lemak. Bayangkan saja Anda sedang duduk di depan dua tanki ikan kaca berukuran 10 galon. Masing-masing tanki diisi dengan lemak.

Satu diisi dengan lemak jenuh seluruhnya, dan yang lain diisi dengan lemak tak jenuh. Akan mudah memberitahukan perbedaan di antara keduanya. Lemak jenuh akan tampak padat pada suhu ruangan dan lemak tak jenuh akan cair. Secara umum, semakin padatlemak, semakin jenuh ia. Sebagian besar lemak dari produk hewani merupakan lemak jenuh,. sementara sebagian besar produk nabati tinggi lemak tak jenuh. .

Mencapai Kadar Kolesterol Ideal

Ini ditekankan dengan kenyataan bahwa rata-rata korban serangan jantung mempunyai rasio total kolesterol banding HDL yang sangat dekat dengan ruta-tata populasi keseluruhan. Pria khas yang mendapat serangan jantung mempunyai rasio lebih besar dari 5,5 dan korban penyakit jantung koroner wanita mempunyairasio lebih besar dari 4,5 , dengan katalain jika Anda seorang wanita dan rasio total kolesterol dan HDL Anda lebih besar dari 4,6 ,atau jika Anda seorang pria dengan rasio di atas 5,5 , Anda tepat di tempat rataiata korban serangan jantung berada. Pesannya adalah sebelum serangan jantung terjadi, lakukan program Saya hidup yang lebih baik. Cobalah mencapai rasiototal kolesterol/HDL ke dalam rentang ideal-3,4 atau kurang.

Bagaimana kita bisa memperbaiki kadar kolesterolkita? Secara spesifik, bagaimana kita bisa mengurangi kolesterol total dan LDL dan pada saat yang sama menaikkan HDL? Jawaban dari pertanyaan ini sungguh penting. Akan tetapi, agar bisa sepenuhnya menghargai jawabannya, kita harus memastikan bahwa kita memahami dari mana kolesterol berasal. Yang terutama penting agar kita mengetahui bahwa hati kita (liver) memproduksi kolesterol lebih dari cukup untuk semua fungsi tubuh.

Untuk ini, kita tidak perlu makan kolesterol apapun. Dengan kata lain, kolesterol sama sekali tidak diperlukan dalam makanan manusia. Sungguhpun demikian, tata4ata orang Amerikamakan sekitar 300 mg kolesterol setiap hari.3s Darimana semua kolesterol ini datangnya? Gambar13 memberikan jawaban dalam ungkapan yang sederhana. Perhatikan bahwa semua kolesterol yang kitamakan berasal dari produk hewani.

Perlu kita pahami bahwa buah-buahan, sayrrran, gandum,dan bahkan kacang-kacangan tidak mengandung kolesterol. Jika makanan secara ekslusif berasaldari produk nabati, maka tidak terdapat kolesterol di dalamnya. Sementara itu, lika produkmakanan berasal dari hewan, hampir selalu ada kolesterolnya di dalamnya. (Sedikit pengecualianpada produk hewani di mana bagian yang mengandung kolesterolnya telah dihilangkan.

Putihtelur menjadi contoh utamanya).Informasi lebih lanjut mengenai sumber makanan kolesterol ditabulasikan dalam Gambar 14. Sebaiknya semua orang memberi perhatian pada contoh dalam gambar ini. Meskipun kebanyakan orang mungkin menyadari bahwa daging organ seperti hati dan ginjal berada di antara sumber yang sarat dengan kolesterol sepertiyang ditunjukkan dalam gambar, banyak yangmasih belum memahami prevalensi dasar kolesterol dalam makanan hewani.

Pancreatic Islet (Insular) Glycosurias

  1. Acute Pancreatitis (transient hyperglycaemia). Acute necrotizing pancreatitis bisa menjadi sebab dari Diabetes Mellitus.
  2. Diabetes Mellitus
  3. Starvation glycosuria.

Extra-Pancreatic ( Extra-Insular) Glycosurias

Sebab daripada ini adalah bertambahnya glukoneogenesa sebagai konsekwensi daripada stimuli hormonal karena kerusakan sistim syaraf, pada dasamya hanya pembuatan glukosa bertambah. Sebaliknya pada Diabet. Mellitus juga penyimpanan (storage) dan pem akaian (utilization ) dari glukosa berkurang.

Teladan-teladan adalah :

  1. Cerebral Glycosuria
  2. Post-traumatic glycosuria
  3. Toxic Glycosuria
  4. Acromegaly, Hyperadrenocortisism, Hyperthyroidism
  5. EmotionalGlycosuria?

Storage-Lag Glycosurias

Disebabkan oleh terlalu cepatnya pengosongan isi perut dan cepatnya absorpsi dari zat-zat hidrat karbon.

  1. Postgastrectomy atau postgastro-enterostomy
  2. Accelerated Gastric Evacuation (“Pseudo-Diabetes”).

* Mellituria lain daripada Glukosuria

  1. Pentosuria
  2. Fructosuria (Levulosuria)
  3. Galactosuria
  4. Lactosuria pada wanita mulai ± 6 mg ante-partum dan selama laktasi.
  5. Sucrosuria.
  6. Mannoheptulosuria.

DIAGNOSTIK

  1. Sakar darah puasa (fasting bloodsugar)

Sakar gula normal antara 60 – 100 mgr%.

Sakar gula antara 100 – 720 mgr% suggestif untuk Diabetes Mellitus.  

Pemeriksaan hanya sakar darah puasa dan urin pada waktu pagi sebetulnya sudah obsoleet sebagai “screeningtest” oleh karena hasil yang negatif tidak mengecualikan adanya D.M. hanya hasil yang positif berharga untuk diagnostik. (lihat klasifikasi D.M.).

* Sakar darah 2 jam posfprandial

Sakar daratr antara 1L0 dan 140 mgtTo suspek untuk Diabetes. Sakar darah lebih dari 140 mgrVo diagnostis untuk Diabetes. “Screeningtest” yang terbaik adalatr menentukan “fasting bloodsugar” dan sakar danh 2 jam postprandial beserta pemeriksaarr urin postprandial atas reduksi.

* Oral Glucose Tolerance Test

Tekhnis dipakai 50 gr glukosa (di negara-negara Barat 100 gr). Sakar darah diperiksa waktu puasa dan setelah makan glukosa sakar darah diperiksa setiap ½ jam, paling kurang sampai 2 jam sesudah makan glukosa. Kita rnenganggap bahwa jika sakar daratr pada suatu waktu melebihi 160-170 mgr% maka ini diagnostis untuk D.M. Grafik dari G.T.T. yang normal adalah sebagai berikut:

Sakar darah 2 jam setelatr minum glukosa masih boleh melebihi sedikit kadar waktu puasa. Setelah 3 jam kadar gula harus sms, dengan “fasting bloodsugar”. Untuk mengatasi diabetes secara menyeluruh dan mencegahnya kembali lagi ribuan pakar kesehatan dunia telah merekomendasikan obat diabetes paling efektif dan ampuh tanpa efek samping negatif sedikitpun, segera baca infonya hanya di link inihttp://obatdiabetesherbal.co/menyembuhkan-diabetes/bagaimana-cara-mengobati-diabetes-secara-efektif-dan-tepat/

Klasifikasi Diabetes Mellitus menurut WHO

  1. Potential Diabetes

Piognosa untuk menderita Diabetes dapat dikatakan ada. Glucose Tolerance Test normal akan tetapi bakal terjadinya Diabetes besar sekali. Potential Diabetici adalah:

  1. Identical twin dari seorang penderita Diabetes
  2. Seorang yang kedua orang tuanya menderita Diabetes
  3. Seorang yang salah seora.ng orang tuanya menderita Diab. dan orang tua lainnya bukan penderita Diab. akan tetapi dalam keluarganya terdapat Diab. Mell.
  4. Seorang wanita dengan “gant baby” (hidup atau mati) atau mempunyai “stillborn child” dengan hiperplasi dari Pancreatic islets.
  5. Latent Diabetes
  6. Seorang dengan G.T.T. normal akan tetapi G.T.T.-nya pernah abnormal sewaktu kehamilan, sewaktu infeksi, dalam keadaan stress atau sewaktu obese.
  7. Seorang dengan Kortisone-GTT test yang abnormal.

III. Asymptomatic Diabetes ((subclinical atau chemical Diab.)

Seorang dengan G.T.T. yang abnormal akan tetapi sakar darah puasa normal atau sedikit meninggi.

  1. Clinical Diabetes

Seorang dengan G.T.T. abnormal dan mempunyai gejala-geiala/ komplikasi-komplikasi dari Diab. Mell.

Prediabetes

Istilah ini dipakai setelah dibuat diagnosa Diab. Mell. (retrospective) Sebaiknya dipergunakan hanya dalam keperluan riset dan bukan sebagai diagnosa klinis. Dapat disamakan dengan potential Diabetes dari klasifikasi WHO.

DIFFERENTIAL DIAGNOSTS

Jika pada seseorang terdapat reduksi (+) di dalam urine, maka biasanya diagnosa yang dibuat adalah Diabetes Mellitus. Dalam beberapa hal reduksi yang positif ini tidak selalu disebabkan oleh penyakit Diabetes Mellitus. George R Sonstam dalam buku dari A.D.A. tahun 1964 membuat klasifikasi dari sebab-sebab yang bisa menimbulkan Mellituria.

  1. Renal Glicosuria

Glukosuri juga dalam keadaan puasa.

  1. Primary, tidak diketatrui sebabnya gangguan dari ginjal, threshold menurun.
  2. Secondary, gangguan fungsi ginjal disebabkan oleh nefrosis.
  3. Glulzosuri pada kehamilan, irormoglycaemic glykosuria yang ada mungkin suatu tanda dari prediabetes.
  4. Sindrom Toni-Fanconi-Debre, glukosuri renal ini disertai oleh pengeluaran banyak fosfat-fosfat dan/atau asam-asam amino.
  5. Mellituria Neonatorum, mungkin sekati disebabkan oleh fungsi immatur (functionai immaturity) dari hepar dan tubuli-tubuli ginjal.
  6. Cyclic Glykosuria (Potential Diabetes, Alimentary Glycosuria)

Glukosuri terdapat hanya post-prandial. A. Renal Glycosuria dengan agak menurunnya threshold. biasanya timbul hanya sesudah makan, sedangkan G.T.T. normal. B. Early stage of Diab. Mellitus. Pakar kesehatan dalam dan luar negeri telah berhasil menemukan dan merekomendasikan obat diabetes terbaru ini dengan khasiat yang sangat efektif mengalahkan diabetes tanpa sisa. Baca infonya segera.

Tingkat-tingkat pada Diabetes

FAYANS & COHN (1965) mengadakan pembagian menurut “STAGES IN THE DEVELOPMENT OF DIABETES” (Tingkat Diabetes):

Stage I: True Prediabetes

– ada anggauta keluarga menderita Diabetes

– vascular disease +

– sakar darah Puasa normal

– glucose tolerance curve normal

– serum Insulin normal atau meninggi.

Stage II: Sub-Clinical Diabetes: (chemical Diabetes)

– ada anggauta keluarga menderita Diabetes

– vascular disease +

– sakar darah Puasa normal

– Cortisone-glucose test +

– serum Insulin meninggi.

Stage III: Latent Diabetes:

– ada anggauta keluarga menderita Diabetes

– vascultu disease + atau ++

– sakar darah puasa normal

– toleransi terhadap glukosa tidak ada

– semm-Insulin meninggi.

Stage IV: Clinical Diabetes:

– ada anggauta keluarga menderita Diabetes

– vascular disease ++ 4l4g +++

toleransi terhadap glukosa tidak ada

– serum-Insulin normal atau meninggi

– glukosuri +

Stage V: Diabetic Ketosis:

– ada anggauta keluarga menderita Diabetes

– vascular disease +++

– sakar darah puasa meninggi

– serum-Insulin rendah atau tidak ada

– glukosuri +

– ketosis dari berat badan berkurang

Yang dimaksud dengan vascular disease adalah:

– agglutinasi sel-sel darah merah intravaskuler di dalam vena-vena conj unctiva.

– keadaan abnormal pada aliran darah di conjunctiva:

– dilatasi veneus

– micro-aneurysmata

– penebalan membrana basalis dari kapiler-kapiler.

  1. Etiologi

Alexander Marble, juga daiam buku yang sama dari American Diabetes Association (1964) memberi klasifikasi D.M. menurut etiologi, yaitu:

  1. Hereditary (idiopathic, spontaneous, primary, essentiai)
  2. Growth – onset (juvenile) type (young type)
  3. Maturity onset (adult) type.
  4. N on-Hereditary (secondary)
  5. Kerusakan atau ekstirpasi jaringan pulau-pulau Langerhans.
  6. Ekstirpasi chirurgis dari pankreas
  7. Tumor pankreas yang luas
  8. Pankreatitis
  9. Haemochromatosis
  10. Gangguan kelenjar-kelenjar endokrin bukan pankreas.
  11. Hipofisis
  12. Akromegalia
  13. Pituitary Basophilism
  14. Adrenals (Glandulae Suprarenales)
  15. Korteks: Cushing’s Syndrome”
  16. Medulla: PheochromocYtoma
  17. Thyroid: Hyperthyroidism.

Ada yang mengatakan bahwa pada D.M. bisa terdapat suatu “Neuropathy Diabetica”

Yang dimaksud adalah neuritis (yang menyebabkan gangguan-gangguan motorik dan sensorik), kerusakan- kerusakan pada urat syaraf di spina medullae dan gangguangangguan autonom yang mengenai vesica urinaria dan alat-alat vasnmotorik. Apakah kelainan-kelainan ini disebabkan hanya oleh D.M. belum lagi dapat dipastikan.

Tuberkulosis

Tuberkulosis pulmonum agak sering terdapat pada penderita-penderita D.M. Kedua penyakit ini cukup sering ditemukan bersama, sehingga kita harus mengadakan pemeriksaan fluoroskopi rutin pada tiap-tiap penderita D.M.

KLASIFIKASI

Penderita-penderita D.M. biasanya dibagi menurut beratnya penyakit dalam Diabetes yang ringan, sedang dan berat. Akan tetapi dasar-dasar yang dipakai untuk pembagian ini sebetulnya belum cukup eksak. Tentu kita semuanya setuju bahwa seseorang yang penyakitnya membutuhkan kontrol hanya dengan diit dapat dianggap sebagai menderita D.M. yang ringan. Juga jika seseorang menderita glukosuri yang hebat, berat badannya berkurang dan ada tendens untuk timbulnya asidosis, maka kita setuju pula ji,ka penyakitnya disebut sebagai D.M. yang berat.

Klasifikasi-klasifikasi dibuat menurut :

  1. Keadaan momentan
  2. Tingkat Diabetes
  3. Etiologi
  4. W.H.O.
  5. Keadaan Momentan

Danowski, dalam buku American Diabetes Association (“Diabetes Mellitus”, Diagnosis and Treatment, tahun 1964), membagi Diabetes Mellitus menurut keadaan momentan dalam 7 stage (fase), yaitu:

Stage I: Prediabetes atau prodiabetes, fase sebelumnya tet dapat gangguan dari metabolisme hidrat arang.

Stage II: Stress Diabetes. Gejala ter’dapat hanya dalam keadaan “stress” dan hilang sama sekali setelah “stress” tidak ada lagi.

Stage III: Bentuk diabetes yang paling sering terdapat dan belum tagi didiagnotisir. Dikarakterisir oleh sakar darah puasa yang normal dengan sakar darah postprandial yang tinggi atau Glucose Tolerance Test yang abnormal. Keadaan ini sering terdapat pada orang dewasa, jarang sekali pada anak-anak. Tidak ada ketosis.

Stage IV : Bentuk Diab. Metlitus yang biasanya terdapat baik pada orang dewasa, maupun pada anak-anak. Sakar daratr puasa meninggi. Glukosa post-prandial dan G.T.T. abnorrnal, akan tetapi tidak terdapat ketosis.

Stage V : Ketonuri ada. Sakar darah puasa dan glukosa pos! prandial abnormal. Akan tetapi di dalam plasma tidak terdapat akumulasi yang nyata dali zat-zat keton.

Stage VI  : Ketonuri lebih jelas lagi dan disertai oleh akumulasi yang jelas dari zat-zat keton datam plasma dan berkurangnya bikarbonas-serum sampai 20-10 mAe q/L (±40-22 vol.% CO2). pH-serum berkurang sedikit (7,3-7,7). Ada ketoasidosis dan ktinis terdapat tachypnoea

Stage VII: Asidosis diabetik dan koma, dengan bertambah hebatnya akumulasi zat-zat keton dalam plasma, turunnya. bikarbonas-serum lebih rendah dari 10 mAeq/L. (t22 vol.7o COz) dan berkurangnya pHserum sampai 6,8-6,9. Pemafasan Kussmaul hampir selalu ada.

Anak dengan D.M. biasanya dalam stage V, VI atau VII waktu dibuat diagnosanya. Kita harus berusaha supaya seorang penderita berada dalam stagelllatau IV. Kalau kita lihat klasifikasi ini, maka pembagiannya adalah menurut keadaan momentan. seorang dalam stage III bisa berobah keadaannya menjadi stage VII dan sebaliknya dalam waktu yang singkat. Baca info detil mengenai penanggulangan penyakit diabetes melitus yang sangat efektif dan aman hanya di sini.

Rokok mempengaruhi sistem kardiovaskular pada perokok pasif dan perokok dengan cara yang sama

Pesan jelas yang diucapkan oleh Glantz dan Parmley adalah “Non perokok yang tetpapar pada asap rokok di kehidupan sehari-hari menunjukkan peningkatan risiko pada serangan jantung fatal maupun non fatal. Seluruh bab buku Drs. Orleans dan Slade tentang kecanduan nikotin, dicurahkan untuk “polusi asap tembakau.” Di sana mereka mencantumkan jumlah kematian yang disebabkan asap rokok tetangga tiap tahun di negara kita.

Perkiraan mereka didata dalam Gambar 27. Sekitar 50.000 kematian merokok pasif dari penyakit jantung dan kanker merupakan angka yang berarti. Tragedi merokok pasifadalah bahwa itu menyakiti orang-oran1 yar.g tidak bersalah, mereka yang memilih untuk tidak merokok. Jeritan tangis terhadap pelanggaran hak non perokok ini sangat menjadi tanggung jawab perundang-undangan untuk larangan merokok di daerah publik.

Apakah Para Perokok Menyebabkan Kanker Pada Teman-teman dan Kekasih Hati?

Jurnal of Nationai Cancer Institute melaporkan sebuah penelitian terhadap 210 wanita yang mengalami kanker paru-paru tetapi tidak pernah merokok. Hasilnya dituniukkan dalam Gambar 28.t34 Risiko mengalami kanker paru-paru lebih dari dua kali lipat bagi wanita non perokok yang tinggal dengan seorang perokok atau lebih. Ini hanya satu dari banyak penelitian yang menunjukkan hasil yang sama: “merokok pasif’ berbahaya bagi kesehatan Anda. Tentu saja, tidak sebahaya “merokok aktif;” yaitu, mengisap asap rokok Anda sendiri dan bukan asap rokok orang lain.

Ingat, perokok aktif bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru mereka sendiri 10 sampai 20 kali atau lebih, dibandingkan risiko kelipatan dua atau tiga yang terlihat dengan perokok pasif. Perlu diperhatikan pula bahwa kanker yang berhubungan dengan rokok lain- ‘ rya ju,ga bisa bertambah dari asap yang ada di sekitar Anda. Sebagai contoh, laporan yang di publikasikan mengaitkan kanker serviks (mulut rahim) bukan hanya dengan merokok aktil tetapi juga dengan menghirup asap rokok orang lain. Pesan lain dari penelitian medis tentang mengisap asap orang lain adalah bahwa hal itu sangat merusak pada yang paling tak berdaya: anak kecil dan yang belum lahir. Baca informasi lengkap mengenai diabetes dan terapi penyembuhan diabetes paling ampuh hanya di sini.

Bagaimana Rokok Merusak Pembuluh Darah

Kita sudah melihat efek merokok pada platelet dalam darah. Bahan kimia dalam asap rokok mempunyai efek cakupan luas yang menambah risiko penyakit kardiovaskular untuk sejumlah alasan. Beberapa alasan serupa diuraikan dalam Gambar 25.t23′ t24′ t2s Rokok juga mempengaruhi faktor risiko penyakit jantung yang lebih konvensional. Riset mengindikasikan bahwa merokok cenderung menurunkan kadar “kolesterol baik” HDL, serta menaikkan “kolesterol jahat” LDL.I26 Hasil dari satu penelitian yang mendokumentasikan efek merokok pada penurunan HDL ditunjukkan dalam Gambar 26.

Perhatikan bahwa semakin banyak Anda merokok akan semakin buruk kecenderungan HDL Anda. Ini merupakan contoh lain dari apa yang disebut efek respons dosis, yang memberikan tanda petunjuk bahwa terdapat hubungan sejati antara dua hal yang dipertanyakan-dalam hal ini merokok dan kadar penurunan HDL. Rokok juga merupakan oksidan kuat yang diharapkan akan mengoksidasi kolesterol. Kolesterol teroksidasi dibahas penuh dalam Bab 3, “Penyakit Jantung-Menaklukkan Pembunuh Nomor Satu.” Ini terutama sangat merusak pada dinding pembuluh darah dan tampaknya memainkan peran kunci dalam aterosklerosis.

Bahaya Merokok Pasif

Rokok merusak perokok itu sudah cukup buruk. Selain itu, juga meningkatkan risiko kematian serangan jantung pada non perokok sebanyak 20 sampai 30 persen. Drs. Glantz dan Parmley dari Universitas Kalifornia di San Fransisco mengidentifikasi sejumlah alasan bagi peningkatan risiko jantung pada non perokok dalam tinjauan mereka yang luas terhadap subyek. 128 Penelitian lain telah menambahkan pada badan informasi ini. Asap bekas pakai merusak non perokok seperti ditunjukkan dalam daftar berikut ini.

EFEK MEROKOK PASIF

  1. Mengurangi kemampuan darah untuk membawa oksigen ke jantung.
  2. Membahayakan kemampuan otot jantung untuk menggunakan oksigen.

3. Menurunkan kadar HDL sebanyak

Merokok Merusak Pembuluh Darah Lain

Kita telah memperhatikan efek mendalam rokok pada jantung dan otak. Kita kini periu memeriksa efeknya pada pembuluh darah lain termasuk yang ada dalam perut, tangan, dan kaki. Rokok merupakan penyebab utama penumpukan lemak aterosklerosis dalam pembuluh darah di seluruh tubuh. “Penyakit vaskular perifer aterosklerosis” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu proses penyempitan arteri dari yang kebanyakan mempengaruhi arteri di kaki. Dibandingkan dengan non perokok, bahkan seorang perokok yang menghabiskan kurang dari sebungkus sehari mempunyai 11,5 kali risiko mengalami kondisi ini.

Perokok yang lebih berat yang menghabiskan lebih dari satu bungkus sehari menambah risiko mereka 15,5 kali.11′ Aneurisma aorta merupakan satu konsekwensi khusus yang membahayakan dari proses penumpukan lemak di arteri ini. Aorta ada- 1ah pembuluh darah besar di pusat tubuh yang membawa darah dari jantung ke kaki.

Bila pembuluh utama rusak berat oleh aterosklerosis, ia bisa dilemahkan dan kehilangan kemampuannya untuk menerima tekanan tinggi yang dihasilkan jantung. Dalam situasi ini, aorta cenderung menggelembung keluar seperti titik lemah pada ban. Penggelembungan itu disebut aneurisma.

Di bawah tekanan tinggi yang terusmenerus yang dihasilkan dari pompaan jantung yang normal, aneurisma aorta akan terus bertambah ukurannya sampdi akhirnya pecah. Jika itu terjadi, umumnya terjadi kematian mendadak. Riset medis menegaskan bahwa mengisap rokok merupakan penyebab utama dari penyakit fatal ini, seperti didokumentasikan dalam Gambar 23.t20′ tzt Terdapat hubungan respons dosis antara jumlah rokok yang diisap dan risiko kematian karena aneurisma aortik. Ini ditunjukkan dalam Gambar 24. Baca juga informasi mengenai obat diabetes aman buat ginjal